Tes Sederhana Ini Bisa Memprediksi Pendek-Panjang Usia

RIAU24.COM - Sebuah tes sederhana yang dilakukan cukup hanya satu menit bisa mengungkap rahasia kesehatan. Bahkan, tes ini bisa memprediksi panjang atau pendeknya umur seseorang.
Dikutip dari Daily Mail UK, 'tes genggaman' atau grip test telah lama dianggap sebagai cara sederhana untuk mengetahui kekuatan otot, kesehatan otak, hingga umur panjang secara keseluruhan, terutama pada orang tua.
Cara seseorang menggenggam atau meremas benda bisa mencerminkan kesehatan mereka. Pasalnya, aktivitas ini membutuhkan kekuatan dari banyak otot dan sendi lengan.
Kekuatan genggaman yang kuat telah dikaitkan dengan berkurangnya risiko kematian akibat sejumlah penyakit terkait usia. Mulai dari penyakit jantung dan diabetes tipe 2, hingga radang sendi, dan kanker tertentu.
Semakin lemah genggaman seseorang, maka bisa menjadi tanda bahwa dirinya kehilangan otot. Pada akhirnya ini bisa mengakibatkan hilangnya mobilitas dan berdampak pada berbagai kondisi kesehatan.
Menurut Ed Jones, tubuh yang kuat dan tangguh akan menua lebih lambat dan lebih kecil risiko terkena penyakit. Untuk mengikuti tes tersebut, Jones menyarankan untuk memegang beban atau objek yang sangat berat selama satu menit terus-menerus, misalnya dumbel, yang beratnya tiga perempat berat tubuh.
Namun, perlu diperhatikan bahwa mengangkat beban yang berat bisa mengakibatkan cedera pada punggung. Opsi lain minim risiko untuk menguji kekuatan genggaman adalah dengan melakukan pull up.
Kekuatan genggaman telah lama digunakan oleh dokter untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko terkena berbagai masalah kesehatan sejak dini, termasuk penyakit kardiovaskular, bahkan demensia.
Pada tahun 2016, penelitian yang melibatkan hampir 7.000 orang oleh University College London (UCL) menemukan bahwa mereka yang memiliki kekuatan genggaman yang lebih lemah pada awal penelitian selama 17 tahun memiliki tingkat kematian dini yang lebih tinggi dari rata-rata akibat semua penyebab.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Strength and Conditioning tahun 2024, mereka yang memiliki kekuatan otot paling sedikit hampir 150 persen lebih mungkin meninggal lebih awal. ***