Peneliti Ungkap Orang yang Berbicara Dengan Suara Keras Memiliki Peluang Lebih Tinggi Untuk Menyebarkan Virus Corona
RIAU24.COM - Pada saat ini, kita tahu bahwa virus korona menyebar melalui cairan pernapasan, terutama ketika orang menyentuh permukaan tempat tetesan mendarat dan memindahkannya ke wajah mereka. Kita juga telah melihat kemungkinan virus menyebar melalui kentut dan sepatu. Sekarang, para peneliti telah menguraikan metode penularan lain yang tidak terduga - melalui berbicara.
Berbicara adalah salah satu cara sederhana yang dapat menyebabkan ribuan tetesan dilepaskan di udara, dan menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam The Prosiding National Academy of Sciences pada 13 Mei, tetesan dapat tetap menggantung di udara hingga 14 menit. Studi ini menjelaskan bagaimana "berbicara normal dapatmenyebabkan penularan virus melalui udara di lingkungan terbatas." Ini termasuk kantor, kapal pesiar dan panti jompo.
Meskipun jumlah partikel virus yang diperlukan untuk satu orang untuk menginfeksi orang lain tidak diketahui, penelitian ini memperkuat kebutuhan untuk memakai masker dan menjaga jarak fisik sehingga penyebarannya tetap rendah.
Berbicara lebih keras akan menghasilkan lebih banyak tetesan
Pemindaian laser menunjukkan bahwa sekitar 2.600 tetesan kecil dihasilkan per detik dari berbicara dengan suara normal.